Kenaikan IHSG dibatasi oleh peringatan baru dari MSCI, yang mana penyedia indeks tersebut menyoroti visibilitas yang lemah dalam kepemilikan saham
Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat di tengah kombinasi sentimen domestik dan global yang memengaruhi pergerakan pasar.
IHSG ditutup naik 4,80 poin atau 0,08 persen ke level 6.177,14. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan justru melemah 7,52 poin atau 1,22 persen ke posisi 609,40.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan penguatan IHSG tertahan oleh peringatan terbaru dari MSCI terkait kondisi pasar modal Indonesia.
"Kenaikan IHSG dibatasi oleh peringatan baru dari MSCI, yang mana penyedia indeks tersebut menyoroti visibilitas yang lemah dalam kepemilikan saham dan tanda-tanda perdagangan terkoordinasi," ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Dari dalam negeri, hasil MSCI Global Market Accessibility Review menunjukkan penurunan peringkat pada aspek Information Flow atau arus informasi. Penurunan itu dipicu oleh rendahnya transparansi kepemilikan saham serta kekhawatiran terkait praktik perdagangan yang terkoordinasi.
Menurut Nico, MSCI menilai tantangan utama pasar modal Indonesia saat ini bukan berasal dari likuiditas maupun ukuran pasar, melainkan aspek tata kelola, transparansi, dan keterbukaan informasi.
"Sorotan MSCI terhadap kualitas pembentukan harga dan transparansi berpotensi meningkatkan persepsi risiko di mata investor global," ujarnya.
Pasar juga menantikan hasil Annual Market Classification Review MSCI yang dijadwalkan diumumkan pada 24 Juni 2026.
Dari eksternal, sentimen positif datang dari mulai diterapkannya perjanjian damai tentatif antara Amerika Serikat dan Iran pada Kamis (18/6). Kesepakatan tersebut meredakan ketegangan geopolitik sekaligus menekan harga minyak dunia.
Implementasi perjanjian itu ditandai dengan pencabutan blokade laut Iran oleh pemerintah AS. Namun, Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan bahwa keringanan ekonomi bagi Teheran tetap bergantung pada kepatuhan Iran terhadap seluruh isi kesepakatan.
Di sisi lain, pasar masih dibayangi kekhawatiran terhadap prospek kebijakan moneter ketat bank sentral AS atau Federal Reserve. Meskipun The Fed mempertahankan suku bunga acuannya, proyeksi terbaru menunjukkan sekitar separuh anggota FOMC masih memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga lagi hingga akhir 2026.
IHSG sempat bergerak di zona merah sepanjang sesi pertama sebelum berbalik menguat pada sesi kedua hingga penutupan perdagangan.
Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, tujuh sektor ditutup menguat dengan sektor kesehatan memimpin kenaikan sebesar 2,67 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor infrastruktur yang naik 1,41 persen dan sektor barang konsumen primer yang menguat 1,33 persen.
Sebaliknya, empat sektor melemah, dipimpin sektor barang baku yang turun 1,13 persen, diikuti sektor keuangan sebesar 1,01 persen dan sektor industri sebesar 0,99 persen.
Saham-saham dengan kenaikan tertinggi pada perdagangan hari ini antara lain SDMU, BCIC, ZONE, SMMT, dan MORA. Sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah MLPT, BNLI, TRIN, SURE, dan LUCY.
Frekuensi perdagangan tercatat mencapai 1,71 juta transaksi dengan volume perdagangan sebanyak 30,76 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp26,49 triliun. Sebanyak 353 saham menguat, 358 saham melemah, dan 248 saham bergerak stagnan.
Di kawasan Asia, indeks Nikkei ditutup menguat 0,52 persen ke level 71.423,00. Sementara indeks Strait Times melemah 0,39 persen menjadi 5.192,70.
Adapun indeks Shanghai dan indeks Hang Seng tidak beroperasi karena libur memperingati Dragon Boat Festival.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026